Batik Pekalongan Yang Menjadi Ikon Bagi Perkembangan Batik Di Nusantara

Posted by Muhammad Anas Rabu, 30 Oktober 2019 0 komentar
Batik Pekalongan
Batik adalah sebuah tradisi melukis di atas kain asli Indonesia. Kain-kain yang digambar dengan aneka motif unik dan khas itu kemudian dikreasikan dalam berbagai rupa dan fungsi, serta digunakan oleh masyarakat. Motif yang muncul pada kain tersebut dibuat dengan cara dilukis dengan menggunakan canting dengan teknik pewarnaan yang menggunakan bahan alami.
Batik telah lama hadir di Nusantara sejak dulu kala. Disadari atau tidak, tradisi ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia di Indonesia. Sejak lahir kalau ada yang berasal dari Jawa sudah pakai kain batik, selama orang itu hidup dan berkarya, bahkan hingga meninggalkan alam dunia ini.
Selain warisan budaya Indonesia, batik juga dijadikan sebagai lambang busana dari masyarakat dalam negeri. Tak heran, jika seandainya diwajibkan bagi siapa saja memiliki satu koleksi busana batik untuk kondangan atau pesta



Baca Selengkapnya ....

Batik Pekalongan

Posted by Muhammad Anas 0 komentar

 




Pekalongan yang meliputi Kabupaten dan Kota Pekalongan yang terletak di bagian barat provinsi Jawa Tengah dijuluki sebagai Kota Batik karena menjadi pilihan wisatawan lokal untuk mencari batik yang berkualitas. Sebenarnya, motif batiknya mirip dengan batik Solo ataupun Yogyakarta, namun batik Pekalongan memiliki keunggulan pada penggunaan warna. Sehelai kain batik bisa menggunakan delapan warna sehingga terlihat lebih indah dan menarik dibanding batik-batik dari daerah lain. Batik Pekalongan seperti sudah menyatu dengan masyarakat setempat dan sebagian besar hasil produksinya memang dikerjakan di rumah-rumah penduduk.
Tidak ada catatan resmi mengenai kapan batik Pekalongan mulai dikenal, namun diperkirakan mulai muncul sekitar tahun 1800. Hal ini diperkuat dengan adanya catatan dari Deperindag bahwa motif pohon kecil dibuat pada tahun 1802. Motif batik Pekalongan berkembang dinamis mengikuti zaman. Di masa penjajahan Jepang, motif yang muncul adalah jawa hokokai yang mirip motif kimono Jepang. Lalu ada juga motif tritura yang muncul pada tahun 1960-an, serta belakangan muncul motif tsunami.
Batik Pekalongan diperkirakan mengalami perkembangan yang paling pesat setelah terjadinya perang Jawa atau perang Diponegoro pada tahun 1825-1830. Peristiwa ini memaksa keluarga keraton berserta pengikut-pengikutnya meninggalkan lingkungan kerajaan dan menyebar ke daerah-daerah di sebelah timur dan barat. Mereka ikut mengembangkan batik yang sebelumnya sudah ada di daerah Gresik, Madura, Tulungagung, Cirebon, Banyumas, hingga Pekalongan.
Di dalam negeri, batik Pekalongan dipasarkan hingga ke daerah luar Jawa, seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Minahasa, dan Makassar. Biasanya motif yang dipesan disesuaikan dengan adat daerah setempat. Sedangkan untuk luar negeri, batik Pekalongan diekspor ke Malaysia, Thailand, hingga ke beberapa negara di timur tengah. [TimIndonesiaExploride/IndonesiaKaya]


Baca Selengkapnya ....
Buat Email | Copyright of PENJUAL BATIK.